ensiklopedi

By: kulsumpati

Jul 22 2010

Kategori: Uncategorized

Tinggalkan komentar

ENSIKLOPEDIA

No Istilah Definisi Elaborasi / Pengembangan Contoh
1. Evaluasi Proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang  direncanakan untuk mendukung tujuan –          measurement

–          assesment

Evaluasi Program
2. Measurement Membandingkan sesuatu dengan satu ukuran Menentukan mana  anak yang tinggi dan anak yang pendek
3. Assesment Mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk Menilai anak yang rajin dengan berbagai kriteria
4. Statistik deskriptif Teknik pengolahan data yang tujuannya melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa bermaksud membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diteliti Penelitian kuantitatif
5. Statistik Inferensial Upaya menganalisis sebagian data yang dilakukan untuk mramalkan dan menarik kesimpulan atas data Penelitian Kuantitatif
6. Sistem Satu kesatuan dari beberapa bagian atau komponen program yang saling kait mengait dan bekerjasama satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam system Program adalah system, maka komponen-komponen program  merupakan subsistem Sistem Administrasi Sekolah
7. Interpretative movement Gerakan sebagai bagian dari bentuk seni Gerakan esetis
8. Expressive movement Gerakan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari Sikap gerak tubuh, isyarat
9. Agility Kemampuan untuk bergerak cepat Melakukan reaksi dan respon terhadap sesuatu
10 Evaluator dalam Petugas evaluasi program yang sekaligus merupakan salah seorang dari petugas atau anggota pelaksana program yang dievaluasi Evaluator dalam memahami betul program yang akan dievaluasi Kepala sekolah dalam kegiatan Monitoring evaluasi
11. (eksternal evaluator Orang-orang yang tidak terkait dengan kebijakan dan implementasi program Tim Independen
12. Kriteria Sesuatu yang digunakan sebagai patokan atau batas minimal untuk sesuatu yang diukur Dikenal dengan tolak ukur atau standar, ada beberapa macam criteria : Kriteria kuantitatif, Kriteria kuantitatif tanpa pertimbangan, Kriteria kuantitatif dengan pertimbangan, criteria kualitatif dengan pertimbangan dan tanpa pertimbangan Kriteria evaluasi program

Kriteria evaluasi belajar

13. Kriteria kuantitatif Kriteria yang dibuat dengan menggunakan angka Kriteria kuantitatif dibagi dua yaitu :

–          Kriteria kuantitatif tanpa pertimbangan

–          Kriteria kuantitatif dengan pertimbangan

Kriteria kuantitatif tanpa pertimbangan :

Nilai 5 rentangnya 81 – 100 %

Nilai 4 rentangnya 61-80 %

KK dengan pertimbangan :

Nila A rentangt 80 -100%

Nilai B rentang 66- 79 %

14. Kriteria kualitatif Criteria yang dibuat tidak menggunakan angka-angka Kriteria kualitatif dibagi dua :

Kriteria kualitatif tanpa pertimbangan dan criteria kualitatif dengan pertimbangan

KK tanpa pertimbangan dengan menghitung banyaknya indicator

KK dengan pertimbangan :

Dengan mengurutkan indicator dan menggunakan pembobotan

15. Good oriented evaluation model Evaluasi yang dilakukan secara terus menerus, berkesinambungan Dikembangkan oleh Tyler
16. Goal free evaluation model Evaluasi  lepas dari tujuan, evaluasi ini yang dilihat bukan tujuan program namun bagaimana kerjanya program Dikembangkan Michael Scriven Evaluasi kinerja kepala sekolah
17. Evaluasi formatif Evaluasi  ketika program sedang berlangsung Tujuannya untuk mengetahui ketercapaian masing-masing pokok bahasan Post tes
18. Evaluasi sumatif Evaluasi yang dilaksanakan ketika program sudah selesai untuk mengukur ketercapaian program Ulangan harian
19. Model evaluasi diagram Model evaluasi dalam bentuk diagram Evaluator harus mampu mengidentifikasi tiga hal yaitu : antiseden. Transaksi,dan outcomes
20. CSE UCLA Evaluasi model CSE singkatan dari Center for the study of evaluation Ada lima tahap :perencanaan, pengembangan, implementasi, hasil dan dampak CSE model needs assessment, CSE model Program Planning
21. CIPP Evaluation Model Model yang dievaluasi yang memandang program yang dievaluasi sebagai sebuah system Sasaran evaluasinya meliputi : evaluasi kontek, masukan, proses dan hasil.
22. Evaluasi konteks Upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan kebutuhan yang tidak terpenuhi Ada empat pertanyaan dlm evaluasi ini : –kebutuhan apa yang belum terpenuhi ?

-Tujuan pengembangan apa yang belum dicapai

-Tujuan  pengembangan apa yang dapat membantu mengembangkan masyarakat ?

Tujuan mana sajakah yang paling mudah dicapai ?

Program makanan bergizi
23. Discrepancy Model Kesenjangan Model yang menekankan pada pandangan adanya kesenjangan di dalam pelaksanaan program.

Mengukur adanya perbedaan antara yang seharusnya dicapai dengan yang sudah riil dicapai.

Contoh : untuk mengukur kesenjangan program kegiatan
24. Program pemrosesan Program yang kegiatan pokoknya mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi Program ini adalah pemrosesan sesuatu yang semula berada dalam kondisi awal sebagai masukan kemudian diolah dan ditransformasi menjadi suatu keluaran yang dikehendaki oleh tujuan program Program pemrosesan antara lain : Program pembelajaran , Latihan kepemimpinan
25. Program layanan Sebuah kesatuan kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi  kebutuhan pihak tertentu sehingga merasa puas sesuai dengan tujuan program Indikator keberhasilan program ini adalah kepuasan pelanggan -Program perpustakaan
26. Rancangan Evaluasi Sebuah rencana kerja yang  menggambarkan tentang semua kegiatan Rancangan evaluasi terdiri dari : bagian pendahuluan dan bagian metodologi Rancangan evaluasi untuk Program Layanan
27. Analisis kebutuhan Proses yang dilakukan seseorang  untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus menentukan prioritas diantaranya Ada dua macam analisis yaitu : subyektif dan obyektif Analisis kebutuhan media pembelajaran
28. instrumen Alat untuk mempermudah mengumpulkan data Ada lima langkah menyusun instrument : identifikasi, membuat table hubungan antar komponen, menyusun butir-butir komponen, menyusun criteria penilaian, menyusun pedoman pengerjaan Instrument evaluasi
29. Input Bahan mentah yang dimasukkan dalam transformasi Input meliputi : kemampuan, kepribadian, sikap-sikap dan inteligensi PSB
30. Output Bahan jadi yang dihasilkan oleh transformasi Siswa lulusan sekolah yang bersangkutan
31. Transformasi Mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi Sekolah mempunyai beberapa mesin : guru, kurikulum, bahan pelajaran, metode mengajar, sarana prasarana
32. Umpan balik (feed back) Segala informasi baik yang menyangkut output maupun transformasi Tujuannya untuk memprbaiki input maupun transformasi.
33. Penialain berfungsi selektif Bertujuan untuk mengadakan seleksi Penilaian untuk memilih siswa yang asan diterima di sekolah, untuk memilih siswa yang akan naik kelas Tes seleksi
34. Penilaian berfungsi diagnostik Penilaian untuk mencari sebab-sebab kelemahan siswa Tes diagnostic digunakan untuk mengetahui kebaikan dan kelemahan Tes diagnostic Bahasa Inggris.
35. Penilaian berfungsi sebagai penempatan Untuk menentukan di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan System ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemampuan individual setiap siswa, sehingga pembelajaran akan lebih efektif apabila disesuaikan dengan pembawaan yang ada Penyusunan kelas kompetisi, artinya setiap periode sekolah mengadakan tes uji coba,hasilnya dirangking sebagai alat untuk menempatkan siswa
36. Subjek evaluasi Orang yang melakukan pekerjaan evaluasi Yang dapat disebut sebagai subjek evaluasi tes ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku Tes tentang prestasi belajar , subjek evaluasi adalah guru

Tes kepribadian subjek evaluasi adalah ahli-ahli psikologi

37. Sasaran evaluasi Segala sesuatu yang menjadi titik pusat pengamatan Sasaran evaluasi meliputi : input, transformasi dan output Sasaran evaluasi sekolah yang dinilai : calon siswa yang akan masuk, transformasi (guru, sarpras, siswa, administrasi, pembelajaran )

Lulusan sekolah

38. Achievement test Tes untuk mengetahui seberapa jauh tingkat prestasi belajar siswa Tes ini digunakan untuk mengukur aspek kognitif, afektif dan psikomotorik Ujian Nasional
39. triangulasi Hubungan erat antara tiga komponen Tiga komponen itu adalah : tujuan pembelajaran, KBM dan evaluasi
40. Alat evaluasi Sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang dalam melaksanakan tugas Alat juga bisa diseb ut instrument, ada dua tekhnik evaluasi tes dan non tes Teknik non tes : wawancara, pengamatan

Tes : tes diagnostic, formtif dan sumatif

41. Tes formatif Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu program tertentu Tes formatif diberikan pada akhir setiap program yang disebut post test Tes setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar atau berbentuk ulangan harian
42. Tes sumatif Dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program Tes sumatif bermanfaat untuk : menentukan nilai, menentukan anak dalam mengikuti program berikutnya, mengisi catatan kemajuan belajar siswa Tes semester
43. Tes Alat atau prosedur yang digunakan untuk mengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Ada macam-macam tes : tes minat, tes sikap, tes ingatan
44. Testing Saat pengambilan tes atau saat waktu tes dilaksanakan Testing IPA, hari Kamis, 7 Januarir 2010, jam 10.00 – 12.00
45. Testee Responden yang sedang mengerjakan tes Orang inilah yang diukur kemampuan, minat, bakat dan pencapaian Orang-orang yang mengikuti tes seleksi TNI disebut testee
46. Tester Orang yang diserahi untuk melaksanakan pengambilan tes terhadap para responden Tugas tester adalah :

Mempersiapkan ruangan, menerangkan cara mengerjakan tes, mengawasi responden dalam mengerjakan tes

guru-guru dalam tes semesteran di sekolah disebut tester
47. Validitas Tes yang dapat  mengukur apa yang hendak diukur Ada beb erapa macam validitas : validitas logis, validitas ramalan, dan validitas kesejajaran Tinggi A 170 cm, tinggi A disebut valid apabila sesuai dengan kenyataan
48. Reliabilitas Dapat dipercaya, yaitu sebuah tes memberikan hasil yang tetap  walaupun diteskan berkali-kali Cara-cara mencari besarnya reliabilitas yaitu dengan metode :

–          Bentuk parallel

–          Tes ulang

–          Belah dua

49. Praktikabilitas Tes yang bersifat praktis dan mudah pengadministrasiannya Tes yang praktis adalah : mudah dilaksanakan, mudah pemeriksaanya,  dilengkapi dengan petunujuk Tes semester
50. Taksonomi Berhasilnya pendidikan dalam bentuk tingkah laku Ada tiga macam taksonomi : kognitif, afektif dan psikomotorik Kognitif adalah pengetahuan, afektif adalah sikap, psikomotorik adalah ketrampilan
51. Tes  pengukur proses Tes yang ditinjau dari unsur kegiatan Tes pengukur proses

Tes pengukur hasi

Tes yang dilaksanakan setelah dan sesudah proses pembelajaran
52. Tes penggunaan hasil Tes yang hasilnya berguna utuk siswa, guru maupun stake holder Tes formatif

Tes sub sumatif

Tes sumatif

Ulangan harian, ulangan semester
53. Tes berdasarkan isi Tes yang berkaitan dengan isi atau meteri suatu mata pelajaran Tes yang berkaitan dengan seluruh mata pelajaran yang diajarkan di sekolah Tes matematika, tes IPA, tes IPS dll
54. Tes berdasar lingkup materi Tes yang bertujuan untuk mengungkap suatu materi Tes pencapaian

Tes penelusuran

Tes pencapaian khusus materi bahasa inggris “Past Tense”
55. Tes berdasarkan keragaman butir Tes yang digunakan untuk mengukur suatu aspek Tes homogen

Tes heterogen

Tes minat
56. Tes berdasar cara tester member respons Tes tertulis

Tes lisan

Tes penampilan

Tes pengenalan

Tes formatif, sumatif
57. Tes berdasar skoring Tes obytektif

Tes subyektif

Obyektif : pilihan ganda

Subyektif : Essay

58. Pre tes Tes yang dilakukan sebelum diberikan perlakuan Sebelum menerangkan tentang “ Indonesia” anak ditanya tentang letak geografis Indonesia
59. Post Tes Tes yang dilakukan sesudah diberikan perlakuan Setelah menerangkan tentang “Indonesia” anak  diberi pertanyaan berkaitan materi tersebut
60. Speed tes Untuk mengukur kecepatan testee bekerja Tes psikologi

Tes kemampuan umum

61. Power tes Untuk mengukur kemampuan testee Tes psikologi
62. Tes individual Tes berdasarkan banyaknya testee yang dites Tes pengukuran inteligensi
63. Tes kelompok Tes-tes yang berhubungan dengan pencapaian di lapangan pendidikan, industry dan militer Tes masuk menjadi bintara Polisi atau TNI
64. Tes buatan guru Tes yang dibuat oleh guru Tes ini ada yang dibuat oleh guru atau MGMP Tes sumatif
65. Tes terstandar Tes yang telah dicobakan berkali-kali sehingga dapat dijamin kebaikannya Tes kelulusan

Tes CPNS

Ujian Nasional sibuat BSNP
66. Validitas logis Sebuah instrusement evaluasi menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen Validitas logis dibagi dua :

–          Validitas isi

–          Validitas konstrak

67. Validitas empiris Sebuah instrument yang sudah diuji dari pengalaman –          Concurrent validity

–          Predictive validity

68. Validitas isi Mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi yang diberikan Caranya memerinci materi kurikulum atau buku pelajaran
69. Validitas konstruksi Butir-butir soal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek berpikir seperti dalam TIK / Kompetensi dasar Aspek-aspeknya  :

Pengetahuan, pemahaman, aplikasi

Dalam indicator “ siswa dapat membandingkan, pada tes pertanyaannya “ bandingkan jumlah penduduk antar pulau di Indonesia”
70. Concurrent validity Hasil tes sesuai dengan pengalaman, pengalaman selalu mengenai hal-hal yang telah lampau, sehingga datanya sekarang sudah ada Membandingkan suatu hasil tes diperlukan kriterium atau alat banding Guru membandingkan hasil tes sumatif sekarang dengan yang lalu
71. Validitas prediksi Apabila tes mempunyai kemampuan meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang Tes masuk ke PTN, jika nilai tesnta tinggi maka akan menjamin keberhasilannya mengikuti kuliah di kemudian hari Tes masuk Perguruan tinggi
72. Teknik korelasi product moment Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran Ada 2 macam product moment :

-Product moment dengan simpangan

-Product moment dengan angka kasar

73. Korelasi positif Hubungan sejajar antara dua hal Korelasi nilai IPA dan  Matematika , nilai matematika naik dan turunnya mengikuti nilai IPA
74. Korelasi negatif Menunjukkan adanya  hubungan kebalikan antara dua hal Korelasi nilai Bahasa Indonesia dan Matematika , nilai baik pada Matematika atau bahasa Indonesia tidak saling terkait
75. Validitas faktor Butir-butir soal mempunyai dukungan yang besar  terhadap seluruh soal Ulangan harian,Tes sub sumatif, tes sumatif, ujian
76. Tes paralel Dua buah tes yang mempunyai kesamaan tujuan Disebut juga alternate  forms method Tes Matematika paket A dan Paket B
77. Tes ulang Tes  yang dicobakan kepada testee dua kali Disebut juga test retest method atau self correlation method IPS dibuat satu soal namun diujikan dua kali
78. Metode belah dua Reliabilitas baru diketahui setelah mengkorelasikan dua belahan Metode ini juga disebut split half method Tes
78. Rumus Flanagan Untuk mencari reliabilitas r 11 = 2 { 1 – S2 + S 2 )

1       2

———-

S 2

1

79. Rumus Rulon Untuk mencari reliabilitas r 11 = 1 –  Ѕ 2

d

—-

S 2

t

80 Rumus Hoyt Untuk mencari reliabilitas r 11 = 1 – Vs

—–

Vr

81 Prinsip metodologis Perbedaan-perbedaan yan g besar telah  merefleksi kepada cara-cara guru dalam mengajar Prinsip metodologis, psikologis, logis dan tujuan Metode siswa aktif
82. Prinsip Psikologis Taksonomi hendaknya konsisten dengan fenomena  kejiwaan yang sekarang Prinsip metodologis, psikologis, logis dan tujuan Guru harus tahu kondisi kejiwaan siswa yang diajarnya
83. Prinsip logis Taksonomi hendaknya dikembangkan secara logis dan konsisten Prinsip metodologis, psikologis, logis dan tujuan Melakukan sesuatu dari yang termudah meningkat sampai yang paling sulit
84. Prinsip tujuan Tiap-tiap jenis pendidikan  hendaknya menggambarkan corak yang netral Prinsip metodologis, psikologis, logis dan tujuan
85. Reflex movement Respons gerakan yang tidsk disadari yang dimiliki sejak lahir Ada tiga gerakan reflexks :

Segmental reflex, intersegmental reflekses, suprasegmental rflexes

86. Segmental, intersegmental Gerakan yang dikoordinasi kan oleh otak dan sumsum tulang belakang Gerakan saat makan, minum dll
87. Basic fundamental movement Gerakan-gerakan yang menuntun kepada ketrampilan yang sifatnya komplek –          Locomotor movement

–          Nonlocomotor movement

–          Manipulative movement

88. Locomotor movement Gerakan-gerakan yang mendahului kemampuan berjalan Tengkurap, merangkak,
89. Nonlocomotor movement Gerakan-gerakan yang dinamis di dalam suatu ruangan yang bertumpu pada sesuatu sumbu tertentu Loncat tinggi
90, Manipulative movement Gerakan-gerakan yang terkoordinasi Bermain bola
91. Perceptual  abilities Kombinasi dari kemampuan kognitif dan gerakan –          Kinetic discrimination
92. Kinethic discrimination Menyadari akan  gerakan-gerakan tubuh seseorang Melihat seseorang yang bermain tinju
93. Body awareness Menyadari gerakan pada dua sisi tubuh , pada satu sisi, keberatsebelahan dan keseimbangan Bermain senam
94. Body image Perasaan-perasaan  tentang adanya gerakan yang berhubungan dengan badannya sendiri
95. Visual discrimination Kemampuan membedakan bentuk dan bagian –          Visual acuity

–          Visual tracking

–          Visual memory

Manusia bisa membedakan  warna
96. Tactile discrimination Kemampuan untuk membedakan dengan sentuhan Manusia dengan rabaan tangan bisa membedakan antara benda padat dengan benda cair
97. Kegiatan terkoordinir Koordinasi antara mata dengan tangan atau mata dengan kaki Bermain sepakbola
98. Komponen program Bagian-bagian yang menunjukkan napas penting  dari keterlaksanaan program Komponen disebut juga faktor atau unsure Komponen sekolah meliputi : Kepala Sekolah, Guru, siswa, komite dll
99. Supervisi Upaya mengadakan peninjauan untuk memberikan pembinaan Supervisi di sekolah dapat diartikan  evaluasi program atau validasi lembaga dan akreditasi Supervisi kegiatan pembelajaran

Supervisi kelas

Supervisi sekolah

100. Tabulasi data Pemrosesan data menjadi tabel Memahami tabel  lebih mudah daripada memahami narasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: